Nuzla Aimmatu Rasyida
Rabu, 18 Maret 2026
Tamimi Icip Gula
Selasa, 17 Maret 2026
Tamimi sedang dimana?
Senin, 01 Desember 2025
Selamat ulang tahun, Tamimi
Hari ini, 2 tahun lalu. Tepat ketika adzan subuh berkumandang. Anak sholih ini menyapa dunia, siap memulai petualangan bersama ayah dan bunda.
2 tahun yang penuh cerita.
Tamimi h lahir, pulang, sempat masuk NICU, pulang, ayah kecelakaan, operasi, pulang, bunda repair jahitan, pulang. Ah satu bulan terberat, tapi tergantikan dengan 23 bulan terbaik.
Melihat Tamimi bertumbuh dan berkembang setiap harinya.
29 Mei 2024 - mulai MPASI.
24 November 2024 - mulai langkah pertama.
Dan hari ini, memasuki hari ke-3 Tamimi disapih.
29 November 2025, Tamimi mulai disapih. Malam pertama sebelum tidur siang dan tidur malam muter-muter naik motor dulu, kebangun jam 01.45, minta naik motor lagi baru bisa tidur lagi.
30 November 2025, Tamimi ikut kelas gym, beli sepeda untuk kado. Malamnya, meskipn sulit memulai, Tamimi bisa tidur tanpa "tek nda". Jam 00.30 kebangun, nangis lagi, sekitar 20 menit, dan Alhamdulillah bisa tidur lagi.
1 Desember 2025, semoga hari ini lebih baik ya nak.
Terima kasih sudah berusaha berproses. Bismillah, dengan bertambahnya usia, Tamimi menjadi anak yang lebih baik lagi dalam semua hal. Selamat ulang tahun, anakku.
Senin, 05 Oktober 2020
Hari ini, setahun yang lalu
Hari ini setahun yang lalu. Tengah hari yang terik, ditambah suasana setelah ujian yang cukup menambah panas. Aku melihatnya duduk di tempat makan itu. Teman kursusku yang ternyata juga teman SMPnya, menyapanya dan menghampirinya. Aku diajak, tapi nggak mau ikut, “siapa dia?” pikirku. Aku menuju meja kasir, karena mengenal penjaga kasirnya. Ngobrol. Dia memanggilku, aku menggeleng tanda tidak mau. Lama kelamaan, teman ngobrolku (penjaga kasir) sibuk melayani pembeli, aku menghampirinya, bukan karena apa-apa, karena aku bosan saja tidak ada teman bicara.
Namanya Fawwaz, sebagian orang memanggilnya Izul, teman SD yang tidak pernah ku kenal. Justru aku kenal ibunya, wali kelas saat aku kelas 2. Ada cerita unik saat kelas 2, yang membuat aku tidak pernah lupa dengan ibunya.
Kembali ke hari itu. Sikap cuek, bodo amat, nggak peduli pada laki-laki yang selalu menjadi bagian dari diriku, mencair di depannya. Satu jam yang terasa singkat. Di akhir pembicaraan, dia minta nomorku dan diberi nama “Nuzla Aimmatu SD”. Ada satu hal yang aku tidak suka darinya selama pembicaraan kami, dia ngomongnya pake Bahasa Jawa, dan aku nggak suka. Meskipun terkesan biasa saja, wajar lah sama temen ngomong pake Bahasa Jawa, tapi tetep aja, aku nggak suka.
Semua terasa cepat dan menyenangkan. Bertahun-tahun aku menunggu, ternyata dia yang datang tanpa ragu.
Terima kasih, Mas!
Selasa, 19 Mei 2020
Mimpi
Merupakan mimpi dua orang yang pantas disebut pahlawan
Masa kecil yang dirindukan,
Merupakan mimpi orang kebanyakan
Pendidikan yang membanggakan,
Merupakan mimpi pemilik khayalan
Karir yang menembus awan,
Merupakan mimpi pejuang mati-matian
Sikap yang penuh kesantunan,
Merupakan mimpi pemburu ketaatan
Teman hidup seperjalanan,
Merupakan mimpi yang telah bersabar dalam penantian
Terima kasih telah menghadirkan mimpi,
Terima kasih telah berjuang mewujudkan mimpi,
Terima kasih untuk tidak pernah menyerah terhadap mimpi,
Sampai bertemu
Di mimpi indah yang selalu didahului lika liku
Kamis, 30 April 2020
Apakah Ada yang Lebih Indah?
Dari sapaan tak terduga
Dan meninggalkan kesan tanpa cela
Apakah ada yang lebih indah?
Dari singkatnya pertemuan
Dan menjadi teman seperjalanan
Apakah ada yang lebih indah?
Dari tingginya harapan
Dan kenyataan yang sejalan
Apakah ada yang lebih indah?
Dari lamanya penantian
Dan terbalas dengan kebersamaan
Apakah ada yang lebih indah?
Dari senyum bahagia
Dan teriring khidmatnya doa
Apakah ada yang lebih indah?
Dari jarak yang terbentang
Dan tetap membuat tenang
Apakah ada yang lebih indah?
Dari memandang kejauhan
Dan tetap membahagiakan
Senin, 10 Februari 2020
- Faw -
Atau karena duduk berdampingan
Aku nyaman
Perjalanan cukup panjang
Tidak kubiarkan kesempatan terbuang
Senyum itu indah dipandang
Memang tidak selalu menyenangkan
Kadang berubah jadi menyebalkan
Tapi aku tahu itu lika-liku perjalanan
Kamu yang mampu menangkap
Membuatku terperangkap
Tetapi tidak menyekap
Terima kasih
Untuk rasa yang dibalut kasih
Untuk kebaikan yang berlebih


