Jumat, 14 Agustus 2026

Akung Bicara Pakai Mulut

Tamimi siang-siang di hari jumat, lagi mainan. Ada suara akung khutbah Jumat.

"Suara siapa itu dek?"

"Akung. Itu akungnya Tamimi?"

"Iyaa. Kok bisa kedengaran ya suaranya akung. Akung bicara pakai apa itu ya kok bisa terdengar sampai sini suaranya?"

"Mulut" 

😆😆😆

Kamis, 11 Juni 2026

Tamimi Cerita Leo

Sebelum tidur malam,

 "Ayah, ayo cerita Leo dan Lifty (salah satu kartun kesukaannya)" ajak Tamimi
"Oke" jawab ayah

Ayah cerita, kalau ada jembatan yang diperbaiki, tapi lupa dikasih tanda 'dilarang melintas', Leo melintas, jatuh tercebur sungai. Lifty bingung mau bantu. Akhirnya panggil truck crane untuk bantu angkat Leo dari sungai.

Tiba-tiba Tamimi bilang,

"Ambil pasir aja buat tutup"
"Tutup apa?"
"Kayak cerita yangti, kangurunya masuk lubang"

Ternyata pernah diceritakan yangti, ada kanguru masuk lubang, akhirnya lubangnya ditutup pasir.

Rabu, 27 Mei 2026

Idul Adha Tamimi

Tamimi diajak ke tempat penyembelihan hewan qurban.

"Waahh... Itu sapinya..."
"Sapinya kenapa kok jatuh gitu?"
"Sapinya mau bobok ya..."

Akhirnya, diajak jalan-jalan, ternyata nggak mau, "mau lihat sapi aja"

Setelah sapi pertama disembelih, orang-orang lagi bersihin areanya,
"Itu apa? Sapinya kenapa?"

Ketika sapi kedua masuk, lebih excited lagi, akhirnya diajak pulang sama nda, tunggu semua sapinya selesai disembelih aja..

Kamis, 02 April 2026

Nanti TVnya dimatikan

*Tamimi lagi lihat TV di rumah yangti*

*Tamimi mau duduk di kursi dan di kursi ada hp bunda, akhirnya Tamimi lempar hp bunda dan kena ayah*

"Aduh, sakit tangan ayah" kata ayah

*Tamimi diem aja, fokus lihat TV*

"Adek, ayo minta maaf dulu sama ayah" kata bunda

*Tamimi tetep diem*

"Maaf ya, bunda matikan TVnya" kata bunda sambil matikan TV

"Maaf ayah, Tamimi tadi lempar hp bunda terus kena ayah" kata Tamimi sambil lihat ayah

"Iya, ayah maafkan. Lain kali tidak diulangi ya." Kata ayah

"Iya" Jawab Tamimi

"Boleh nggak sih dek, lempar-lempar barang?" Tanya bunda

"Nggak boleh" Jawab Tamimi

"Kenapa?" Tanya bunda lagi

"Nanti TVnya dimatikan" jawab Tamimi

*Duarrr*

- Tamimi, 2 Tahun 4 Bulan -

Sabtu, 21 Maret 2026

Tamimi Sudah Berdoa

*Lebaran hari ke 2 di rumah Mbah Yut Bendo*

Lebaran di rumah Mbah Yut Bendo. Tamimi bertemu saudara-saudaranya dari Jember (sebenernya sih om dan tantenya) tapi karena relatif seusia, Tamimi panggilnya kakak-kakak.

Di rumah Mbah Yut, ada pohon kelengkeng yang rantingnya cukup rendah. Kakak- kakak suka naik pohon itu. Awalnya Tamimi lihat aja, tapi akhirnya ikut naik.

Sorenya, Tamimi minta dipegangi ayah naik pohon itu. Bunda beberapa kali mengingatkan untuk turun karena sudah menjelang maghrib. Tamimi tetap tidak mau turun. Akhirnya bunda gendong, agak sedikit memaksa sambil coba memberi Tamimi pemahan,

"Adek, ini sudah menjelang maghrib. Kalau maghrib, banyak jin yang keluar, makanya kita diminta di dalam rumah atau di dalam masjid." Kata bunda

Tamimi diam, sepertinya berusaha mencerna.

Tidak lama, Tamimi keluar lagi. Sendiri. Sambil bilang,
"Ayah tolong bantu Tamimi. Tamimi mau naik pohon. Tamimi sudah berdoa."

Ya Allah dek, iya bener sih harus berdoa, tapi bukan untuk naik pohon lagi...

Rabu, 18 Maret 2026

Tamimi Icip Gula

*Tamimi lagi di rumah yangti*

"Tamimi mau icip gula" sambil nunjuk gula

"Loh ya engga dong. Tamimi boleh icip gula kalau habis minum obat yang pahit" kata yangti

"Mulut Tamimi pengen gula" sambil nunjuk mulut pake jari

*****

*Yangti nggak tega, dikasih sedikit*

"Sedikit aja ya" sambil ngasih ke Tamimi
"Iya" kata Tamimi

*****

*Habis icip gula, Tamimi diajak minum susu di kamar*

"Yangti, Tamimi mau icip gula lagi"

"Loh, tadi kan sudah"

"Mulut Tamimi habis"
(Maksudnya, yang di mulut habis)

*****

Apasih bayi 😃

Selasa, 17 Maret 2026

Tamimi sedang dimana?

*Tamimi lagi lihat dompet lebaran*

"Ini ayah (menunjuk gambar laki-laki), ini bunda (menunjuk gambar perempuan), Tamimi nggak ada." 

*Memberikan dompet ke bunda*

"Bunda, yang disini, Tamimi sedang dimana?"

Dan pertayaannya terus diulang, karena bundanya ketawa 😁

- Tamimi, 2 Tahun 3 Bulan -

Senin, 01 Desember 2025

Selamat ulang tahun, Tamimi

Hari ini, 2 tahun lalu. Tepat ketika adzan subuh berkumandang. Anak sholih ini menyapa dunia, siap memulai petualangan bersama ayah dan bunda.

2 tahun yang penuh cerita.

Tamimi h lahir, pulang, sempat masuk NICU, pulang, ayah kecelakaan, operasi, pulang, bunda repair jahitan, pulang. Ah satu bulan terberat, tapi tergantikan dengan 23 bulan terbaik.

Melihat Tamimi bertumbuh dan berkembang setiap harinya.

29 Mei 2024 - mulai MPASI.

24 November 2024 - mulai langkah pertama.

Dan hari ini, memasuki hari ke-3 Tamimi disapih. 

29 November 2025, Tamimi mulai disapih. Malam pertama sebelum tidur siang dan tidur malam muter-muter naik motor dulu, kebangun jam 01.45, minta naik motor lagi baru bisa tidur lagi.

30 November 2025, Tamimi ikut kelas gym, beli sepeda untuk kado. Malamnya, meskipn sulit memulai, Tamimi bisa tidur tanpa "tek nda". Jam 00.30 kebangun, nangis lagi, sekitar 20 menit, dan Alhamdulillah bisa tidur lagi.

1 Desember 2025, semoga hari ini lebih baik ya nak.

Terima kasih sudah berusaha berproses. Bismillah, dengan bertambahnya usia, Tamimi menjadi anak yang lebih baik lagi dalam semua hal. Selamat ulang tahun, anakku.



Senin, 05 Oktober 2020

Hari ini, setahun yang lalu


Hari ini setahun yang lalu. Tengah hari yang terik, ditambah suasana setelah ujian yang cukup menambah panas. Aku melihatnya duduk di tempat makan itu. Teman kursusku yang ternyata juga teman SMPnya, menyapanya dan menghampirinya. Aku diajak, tapi nggak mau ikut, “siapa dia?” pikirku. Aku menuju meja kasir, karena mengenal penjaga kasirnya. Ngobrol. Dia memanggilku, aku menggeleng tanda tidak mau. Lama kelamaan, teman ngobrolku (penjaga kasir) sibuk melayani pembeli, aku menghampirinya, bukan karena apa-apa, karena aku bosan saja tidak ada teman bicara.


Namanya Fawwaz, sebagian orang memanggilnya Izul, teman SD yang tidak pernah ku kenal. Justru aku kenal ibunya, wali kelas saat aku kelas 2. Ada cerita unik saat kelas 2, yang membuat aku tidak pernah lupa dengan ibunya.


Kembali ke hari itu. Sikap cuek, bodo amat, nggak peduli pada laki-laki yang selalu menjadi bagian dari diriku, mencair di depannya. Satu jam yang terasa singkat. Di akhir pembicaraan, dia minta nomorku dan diberi nama “Nuzla Aimmatu SD”. Ada satu hal yang aku tidak suka darinya selama pembicaraan kami, dia ngomongnya pake Bahasa Jawa, dan aku nggak suka. Meskipun terkesan biasa saja, wajar lah sama temen ngomong pake Bahasa Jawa, tapi tetep aja, aku nggak suka.


Semua terasa cepat dan menyenangkan. Bertahun-tahun aku menunggu, ternyata dia yang datang tanpa ragu.


Terima kasih, Mas!

Selasa, 19 Mei 2020

Mimpi

Kelahiran yang dinantikan,
Merupakan mimpi dua orang yang pantas disebut pahlawan

Masa kecil yang dirindukan,
Merupakan mimpi orang kebanyakan

Pendidikan yang membanggakan,
Merupakan mimpi pemilik khayalan

Karir yang menembus awan,
Merupakan mimpi pejuang mati-matian

Sikap yang penuh kesantunan,
Merupakan mimpi pemburu ketaatan

Teman hidup seperjalanan,
Merupakan mimpi yang telah bersabar dalam penantian

Terima kasih telah menghadirkan mimpi,
Terima kasih telah berjuang mewujudkan mimpi,
Terima kasih untuk tidak pernah menyerah terhadap mimpi,

Sampai bertemu
Di mimpi indah yang selalu didahului lika liku

Kamis, 30 April 2020

Apakah Ada yang Lebih Indah?

Apakah ada yang lebih indah?
Dari sapaan tak terduga
Dan meninggalkan kesan tanpa cela

Apakah ada yang lebih indah?
Dari singkatnya pertemuan
Dan menjadi teman seperjalanan

Apakah ada yang lebih indah?
Dari tingginya harapan
Dan kenyataan yang sejalan

Apakah ada yang lebih indah?
Dari lamanya penantian
Dan terbalas dengan kebersamaan

Apakah ada yang lebih indah?
Dari senyum bahagia
Dan teriring khidmatnya doa

Apakah ada yang lebih indah?
Dari jarak yang terbentang
Dan tetap membuat tenang

Apakah ada yang lebih indah?
Dari memandang kejauhan
Dan tetap membahagiakan

Senin, 10 Februari 2020

- Faw -

Entah karena hujan
Atau karena duduk berdampingan
Aku nyaman

Perjalanan cukup panjang
Tidak kubiarkan kesempatan terbuang
Senyum itu indah dipandang

Memang tidak selalu menyenangkan
Kadang berubah jadi menyebalkan
Tapi aku tahu itu lika-liku perjalanan

Kamu yang mampu menangkap
Membuatku terperangkap
Tetapi tidak menyekap

Terima kasih
Untuk rasa yang dibalut kasih
Untuk kebaikan yang berlebih

Rabu, 04 Desember 2019

Empat Desember yang Berbeda

Ada kebiasaan
Yang tidak pernah absen kulakukan
Di tanggal ini
Selama enam kali
Sebuah refleksi kebersamaan
Untuk tujuan ke depan

Namun berbeda dengan sekarang
Refleksi kebersamaan mendatang
Dilakukan dengan yang tersayang
Untuk hubungan yang mungkin penuh rintang

Aku menceritakannya malam ini
Dengan gejolak penuh di hati
Meski tidak dengan tatap langsung
Hanya melalui ponsel yang terhubung

Engkau menerima
Meski ku tahu ada sakit menyiksa
Maaf, aku menggores luka
Meski kau tutup dengan tawa

Terima kasih untuk segala pengertian
Terima kasih untuk segala perhatian
Terima kasih untuk segala pengorbanan

Terima kasih untuk rasa yang menguatkan

Rabu, 06 November 2019

Apakah Dia?


Apakah dia?
Yang datangnya tiba-tiba
Yang datangnya tidak terduga
Yang datangnya tanpa sengaja

Apakah dia?
Yang matanya meneduhkan
Yang senyumnya menenangkan
Yang semangatnya menggetarkan

Apakah dia?
Yang akan menjadi tangan pelindung
Yang akan menjadi teman berjuang
Yang akan menjadi tempat pulang

Apakah dia?

Rabu, 24 April 2019

Tentang Rumah

Banyak yang bilang,
Rumah tidak hanya bangunan,
Tapi juga berarti seseorang,
Dengannya terasa sangat nyaman,
Bahkan selalu ingin pulang,
Untuk tetap bertahan

Tidak perlu bangunan yang megah,
Atau pilar yang mewah,
Cukup dengan pijakan yang gagah,
Serta aksesori yang indah,

Lalu bagaimana jika rumah sudah dimiliki,
Namun tidak dihuni?

Memiliki rumah bukan perkara susah,
Tapi, ada tanggung jawab yang juga tidak mudah,

Membersihkan kotoran,
Memperbaiki kerusakan,
Mewarnai kepudaran,

Dan yang terpenting,
Menjaga keharmonisan,

Sesekali mungkin terasa bosan,
Tidak salah jika keluar sebentar adalah keputusan,
Namun bukan alasan untuk pergi meninggalkan,
Apalagi mencari rumah baru sebagai hunian,

Karena sejatinya,
Rumah adalah tempat kembali

Lalu bagaimana dengan mereka yang memiliki beberapa rumah?

Tetap saja, pasti ada satu yang benar-benar disebut "tempat kembali"

Minggu, 27 Januari 2019

Jodohku (masih) Terjebak di Doa Orang Lain

Namanya telah tertulis, meski wajahnya belum mampu terlukis

Ada kalanya harus bersabar, serta tak lupa terus berikhtiar

Yang telah ditentukan, tidak selalu langsung dipersatukan

Butuh perjuangan untuk pertemuan, bahkan memberikan ruang untuk harapan

Lewat doa-doa yang dipanjatkan, meski pada akhirnya bukan tujuan

Selasa, 04 Desember 2018

Tentangnya

Semua ini tentang waktu
Bagaimana dia datang
Bagaimana dia pergi
Bagaimana dia pulang

Semua itu berarti
Tentang cinta
Tentang perjuangan
Tentang keikhlasan

Tentang dia
Yang tidak pernah hilang
Yang tidak pernah terganti
Yang sedang tidak ada di sisi

Tidak pernah lepas
Senyum yang terukir di bibirku
Harapan yang membumbung di anganku
Karenamu

Terima kasih
Untuk kesempatan mengenalmu
Untuk kesempatan bersamamu
Untuk kesempatan mencintaimu

Kamis, 19 Juli 2018

Doa itu Menakjubkan

Hal luar biasa itu terjadi juga
Setelah sekian lama
Apakah ini pertanda
Untuk menguatkan cinta yang ada
Atau memang tidak ada lagi kata bersama
Apapun itu
Aku tetap percaya Tuhanku
Aku yakin Allah bersamaku
Dan untuk kita
Semoga tetap terjaga
Dalam payung doa-doa

Rabu, 10 Januari 2018

Antara Cinta, Jarak, dan Keyakinan

Ada seseorang yang telah bertahun-tahun mencintai orang yang sama,
Membayangkan hidup berdua dengan orang yang sama,
Memimpikan selalu bergandeng tangan dengan orang yang sama.

Tidak pernah berubah,
Tidak pernah menyerah,
Tidak pernah berganti arah.

Satu tujuan,
Satu harapan,
Satu keyakinan.

Namun takdir telah menggariskan cerita, 
Membuat jarak diantara mereka, 
Dengan tujuan menguji cinta yang ada.

Perjuangan terus dilanjutkan,
Ikhtiar tetap dilakukan,
Tekad tidak pernah digadaikan. 

Angannya terus tumbuh,
Rasanya terus diasuh, 
Doanya tidak pernah luluh.

Kini, 
Tanpa rasa bosan, 
Seseorang itu sedang menantikan, 
Keajaiban yang telah dilukiskan,
Menikmati seluruh kerinduan,
Serta belajar merelakan setiap kejadian

Senin, 06 November 2017

Goresan Pagi Hari

Ya Rabbi
Aku pernah bermimpi
Menua bersama dia yang kucintai

Namun kini
Dia telah pergi
Merangkai mimpi
Di seberang negeri
Tak tahu kapan akan berhenti

Haruskah aku menanti?
Ataukah kubiarkan saja dia lari

Apakah ini hanya kuingini?
Ataukah doa yang akan jadi

Rindu ini
Menyatu dalam relung hati
Berharap dia memahami
Bahwa satu nama yang abadi